0 comments

ilmalana - 0806346193

Message :
“make things colorful and more lively”

Storyline :
Seorang perempuan kecil sedang termenung di kursi yang berada di teras rumahnya. Ia sedih karena dunia hanya terdiri dari dua warna, hitam dan putih. Ia berpikir sejenak sampai suatu saat...‘AHA!’. Ia bergegas mengambil alat-alat mewarnainya (pensil warna, spidol, crayon) kemudian mewarnai benda-benda yang berada di sekitarnya. Awalnya, ia hanya mencoret tembok rumahnya, dengan tulisan ‘halo’, ‘aha’, ‘cihuy’, dan sebagainya. Sampai kemudian ia mewarnai bajunya sendiri yang berwarna hitam menjadi kuning, kloset di toiletnya yang berwarna putih menjadi merah, dan selembar uang lima ratus yang semula berwarna putih menjadi hijau. Ia kini tersenyum, telah membuat benda-benda tersebut menjadi lebih berwarna.

Usia perempuan kecil itu pun beranjak. Hobi mewarnainya tidak lepas dari dirinya yang mulai memasuki usia remaja. Kini ‘objek’ mewarnainya tidak hanya benda-benda di dalam rumahnya, tetapi sudah menjadi lebih luas. Ia senang mewarnai tumbuh-tumbuhan dengan warna-warni cerah seperti jingga, hijau, biru, dan ungu. Tumbuh-tumbuhan yang semula berwarna hitam-putih dan mati menjadi lebih bervariasi dan membuatnya hidup. Ia juga bisa mewarnai orang yang ‘hitam-putih’ (penggambaran sedang murung, sedih). Orang yang diwarnai tersebut juga menjadi lebih ceria dan ‘hidup’. Ia bahkan bisa mewarnai di dalam mimpi dan membuatnya menjadi kenyataan. Ya, ia memang mempunyai kelebihan yang unik.

Kini, perempuan itu sudah dewasa. Usianya yang hampir menginjak 20 tahun membuatnya menjadi lebih mandiri dan berpikiran terbuka. Ia tidak lagi mewarnai benda-benda di sekitarnya, sekedar membuat benda-benda tersebut menjadi lebih warna-warni dan terkesan hidup. Ia mampu mewarnai hidupnya sendiri, mengambil keputusan yang dipilihnya dan menentukan jalannya sendiri. Ia berjalan di sebuah jalan yang sangat panjang, jalan tersebut terdiri dari berbagai warna yang menggambarkan lika-liku kehidupan yang dijalaninya. Merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, ungu, coklat, cyan, turqoise, maroon, abu-abu, putih, dan hitam turut mewarnai jalan hidupnya. Sampai suatu saat, ia berhenti sejenak. Ia melihat cahaya yang sangat terang menyinari dirinya bertuliskan “cita-cita”. Ia tersenyum lebar dan melanjutkan berjalan. (Kemudian keluar copy “find me, know me, at kopipahit.tumblr.com). Enjooy! 


Storyboard :
semoga bisa menyusul :)

0 comments

Astari Dwina Putri (0806322464)

Storyline TVC Diri:

Optimis dan Kerja Keras

Seorang  gadis terlelap dalam mimpinya. Dalam mimpinya Ia memiliki sejuta impian indah yang ingin Ia capai selama hidupnya. Mimpi yang ingin diraihnya berupa cita-citanya menjadi seorang dokter yang ternama, yang dapat membantu banyak orang untuk sembuh dari penyakitnya. Mungkin Ia memang bukan seorang anak yang sangat pintar dan meraih juara di kelas, tetapi Ia percaya bahwa dimana ada kerja keras disitu ada jalan yang dapat menghantarkannya sampai ketujuan. Sejak duduk disekolah dasar, lalu sekolah menengah pertama, sampai disekolah menengah atas Ia selalu percaya pada prinsip dasarnya Ora Et Labora yaitu sebuah makna hidup “berdoa dan bekerja”. Menurutnya tidak ada segala sesuatu yang dapat dicapai dengan begitu saja dan tahan lama tanpa diiringi dengan suatu kerja keras dan berdoa dengan sungguh-sungguh pada yang Maha Kuasa.

Gadis ini senang membaca Otobiografi orang-orang sukses dan senang membaca buku-buku yang inspriratif yang dikarang oleh para pembicara handal terkemuka didunia salah satunya buku dari Mario Teguh. Menurutnya pengalaman dan apa yang di alami oleh orang-orang yang terlebih dahulu sukses seperti Presiden Obama, Mario Teguh, dan lainnya merupakan salah satu pelajaran hidup yang dapat dipetik nilainya yang tidak dapat terbayarkan oleh uang atau harta. Selain itu Ia juga suka membaca buku-buku cerita Rasul-Rasul pada jaman Jahliyah terdahulu, dikarenakan kecintaannya yang teraman sangat pada suri teladannya Nabi Muhammad SAW. Menurutnya, dari sejarah dan cerita-cerita nabi terdahulu dapat dipetik sebuah nilai hidup bahwa tidak ada suatu kebahagiaan yang abadi dan suatu kesuksesan yang dapat diraih tanpa adanya tantangan dan cobaan meskipun Ia seorang Nabi sekalipun yang memiliki kelebihan dibandingkan manusia pada umumnya dari segala hal seperti tingkat kepintaran, kesabaran, kebaikan, dan kejujuran yang tinggi.

Masih dalam mimpinya, Ia terus berusaha agar dapat mewujudkan cita-citanya yang Ia pikir dapat juga Ia banggakan pada orang tua dan orang sekitarnya untuk menjadi seorang dokter yang sukses, walaupun Ia tahu pasti tidak mudah untuk menjadi seorang dokter yang handal dan dapat memiliki rasa simpati yang besar pada pasiennya serta peduli sepenuhnya pada orang lain bila nanti Ia sungguh-sungguh kelak menjadi dokter ternama. Dalam keraguaannya di dalam mimpinya Ia berdoa “Tuhan apapun kehendak-Mu atas hidupku, jadikanlah aku seorang yang berguna untuk orang lain selama engkau menghembuskan nafas bagiku dan sungguh-sungguh dalam menjalankan sesuatu apapun yang Engkau takdirkan padaku”. Di tengah keraguan dan kebimbangannya atas hidupnya, Ia terbangun dari mimpi lelapnya. Sambil bercucuran keringat, Ia mengelah nafas panjang dan menyadari bahwa dia sudah terlahir dan ditakdirkan untuk menjadi seorang Anchor di salah satu stasiun tv internasional ternama di Amerika.

0 comments

Gandes Puspita W _ 0806346110

Storyline

Energic, Flexibel, and Sophisticated

Tubuh mungil ini tersusun akan sel-sel yang tak pernah mati berkarya. Dalam tiap sel tersimpan energi yang siap untuk digunakan kapanpun, dimanapun, dan dengan siapapun. Sewaktu tubuh itu berpendar maka sel-sel akan bertaburan ke segala penjuru. Beberapa darinya masuk ke dalam kotak mungil yang berfungsi memancarkan sinyal secara audio dan visual. Alkisah, dalam kotak mungil tersebut, yang kita biasa sebut televisi atau TV, terdapat sel-sel (sel-sel lain) yang sedang melakukan pekerjaannya masing-masing. Namun, satu hal yang nampak di dalam ruang itu adalah kejenuhan, tak bergairah, dan suasana yang (black and white).
Lalu sel-sel yang membawa sprit baru tersebut masuk ke dalam ruang, menghidupkan suasana: dari kejenuhan menjadi keceriaan, tak bergairah jadi gairah, dan colourful. Satu sel mengerjakan berkas-berkas di atas meja kerja. Satu sel di bagian audio dengan speaker: berteriak- teriak dengan penuh energy. Satu sel di bagian monitor dengan menampilkan layar-layar yang penuh gambar dan tulisan yang kreatif, fresh, dan inovatif. Selalu berubah tiap second, tak ada yang berhenti. Begitu pula sel-sel lain bekerja di bagian-bagian lain dengan aktif.
Dengan begitu, suasana dalam ruang tersebut berubah secara drastis, menjadi lebih berenergi berkat sel-sel dari tubuh mungil tersebut. Sehingga yang tertampil di televise menjadi lebih menarik dan meningkatkan jumlah penonton.
(Ruang dalam TV tersebut ibarat tempat kerja di Agency, yang memang membutuhkan aliran-aliran energi yang fresh dan orang-orang muda yang penuh kreatif dan fleksibel)


Demikian gambaran tentang diri saya,
semoga dapat diterima... :)

0 comments

my wheel of life


Synopsis (revised):
Hidup bagiku adalah sebuah perjalanan, petualangan, dan pengalaman paling berharga yang pernah diberikan Tuhan. Mungkin kadang kita bertanya, untuk apa kita diberi hidup kalau suatu saat kita akan mati, dan meninggalkan itu semua? Namun, justru kesempatan yang diberikan oleh Tuhan untuk mengecap hidup itulah yang membuat hidup adalah hal berarti untuk dijalani, termasuk olehku. Sejauh ini, aku benar-benar merasakan apa yang namanya roda kehidupan, ketika berada di atas, dan ketika berada di bawah. Ibarat roda yang berputar itulah, aku juga melihat jalan hidupku. Berputar, maju, seperti berguling-guling, seperti jungkir balik, membuat sensasi mual, sekaligus sensasi excited. Itulah yang ada dalam benakku sekarang soal hidup yang kujalani. Bagaimana jungkir baliknya aku berusaha bertahan, demi mencapai apa yang kunamai cita, atau impian. Aku tahu pengalaman ini akan berarti suatu hari, menjadi bekal hidup, membentuk cara pandang yang kian dewasa, mewariskan harta berharga untuk anak cucu. Itulah hidup di mataku saat ini.
 
So, the message is: my wheel of life
(how to say) storyline:




            Sebuah roda, perumpamaan hidup yang kadang di atas dan kadang di bawah Tampak abstrak untuk dirasakan sebagian besar orang, namun bagi sebagian besar orang lainnya, itu sangatlah nyata.
            Termasuk bagiku.
            Peranku banyak. Di keluarga, sebagai anak sulung-sahabat serta andalan bagi ibuku, sebagai kakak-sahabat bagi adikku, sebagai keponakan, sebagai contoh bagi adik-adik sepupuku, sebagai cucu pertama, sebagai pendamping keluargaku.
            Sebagai mahasiswi, harus mencapai nilai baik, demi beasiswa, untuk memenuhi keinginan belajar animasi untuk cita-cita. Selain itu tetap harus aktif kegiatan non-akademis demi pengalaman agar bisa lebih berhasil di masa depan. Dan juga, tak lupa, hubungan persahabatan harus dipertahankan karena manusia tidak bisa hidup sendiri.
            Bukan hal mudah menjalankan itu semua dalam waktu yang harus bersamaan. Apalagi dengan kondisi keuangan keluarga yang kadang seperti membatasi, menuntut tambahan peranku, yaitu sebagai pencari tambahan pendapatan. Baik untuk kepentinganku, maupun kepentingan keluargaku.
            Pusing, itulah yang dirasakan. Mual, sensasi yang kerap kali muncul. Berputar-putar menjadi pemandangan yang lazim kulihat dalam pikiranku.
            Tapi aku tahu bahwa ini semua demi masa depan yang lebih baik, demi diriku yang lebih baik, dan demi kebaikan untuk orang-orang sekitarku. Maka aku akan bertahan. Aku akan berjuang, menjadikan roda yang berputar itu sebagai pemandangan akan sebuah mesin yang bergerak memompa semangatku.
            Sebuah roda, perumpamaan hidup yang kadang di atas dan kadang di bawah. Tapi, juga sebuah roda, yang berputar tanda ia bergerak dan menggerakkan, ibarat sebuah semangat, ibarat sebuah perjuangan.

(storyboard menyusul ^^;;)

FARIKHA AZIZIA - 0806317413

0 comments

Ethenia Novianty W - 0806346035

SUPER COOPERATIVE, OVER EXTRAORDINARY

 Sinopsis TVC diri


Muda, tua, anak kecil, bayi, bocah; semua berinteraksi dengannya. Bukan cuma itu, ikan, kucing, kelinci, ayam, bahkan kambing bercakap-cakap dengannya. Seakan gadis itu mengerti bahasa yang mereka ucapkan. Yang lebih anehnya lagi; sofa, kursi, rumput, bahkan angkot bisa ia pahami perasaannya. Memangnya benda-benda itu punya perasaan? Dalam 7 hari, gadis itu tidak berada di kampus. Atau maksudnya selama hari kuliah lah. Lalu? Ke mall? Ke kafe? Itu sih terlalu biasa. Tempat itu semua membosankan untuknya. Meskipun ia sesekali pergi ke sana. Jadi, ke mana dong? Ia lebih memilih ke tempat-tempat seperti pasar tradisional dan warung tegal. Dari tempat seperti itu ia belajar lebih banyak tentang kehidupan.

Story Line


Story Board (maaf kalau kurang jelas ya, scanner kurang berkualitas, kalau mau liat jelasnya bilang aja ya, nanti aku kasih liat hard copy nya)